Analisis Reklamasi dan Penggunaan Lahan Tahun 2023

Visualisasi data rencana dan realisasi reklamasi serta penggunaan lahan berdasarkan data kuartal

Diperbarui: Rabu, 11 Februari 2026

Reklamasi: Rencana vs Realisasi (Total Tahun 2023)

Perbandingan luas lahan yang direncanakan dengan yang terealisasi untuk aktivitas reklamasi utama

Penggunaan Lahan: Rencana vs Realisasi (Detail Kategori Tahun 2023)

Perbandingan luas lahan yang direncanakan dengan yang terealisasi untuk berbagai jenis penggunaan lahan

Reklamasi Per Triwulan (Pengisian Kembali Lahan Bekas Tambang)

Perkembangan realisasi reklamasi per triwulan dibandingkan dengan rencana yang ditetapkan

Reklamasi Per Triwulan (Penghijauan/Revegetasi)

Perkembangan realisasi penghijauan per triwulan dibandingkan dengan rencana yang ditetapkan

i

Analisis Data & Kesimpulan

Reklamasi Lahan

  • Pengisian kembali lahan bekas tambang (backfilling) mencapai 88,45% dari rencana (37,59 ha dari 42,50 ha)
  • Pengaturan permukaan lahan mencapai 88,45% dari rencana (37,59 ha dari 42,50 ha)
  • Penghijauan (revegetasi) mencapai 53,81% dari rencana (20,50 ha dari 38,10 ha)
  • Pada triwulan III terjadi peningkatan realisasi tertinggi untuk aktivitas pengisian kembali lahan (15,99 ha)

Kesimpulan: Aktivitas reklamasi menunjukkan progres yang baik pada triwulan III, namun penghijauan perlu ditingkatkan untuk mencapai target tahunan dengan realisasi hanya 53,81%.

Penggunaan Lahan

  • Total pembukaan lahan mencapai 90,27% dari rencana (46,31 ha dari 51,30 ha)
  • Lahan untuk tambang mencapai 66,76% dari rencana (33,38 ha dari 50,00 ha)
  • Timbunan OB/batuan penutup di luar tambang mencapai 2402% dari rencana (12,01 ha dari 0,50 ha)
  • Timbunan Tanah Pucuk mencapai 104% dari rencana (0,52 ha dari 0,50 ha)
  • Jalan Tambang mencapai 50% dari rencana (0,40 ha dari 0,80 ha)
  • Kolam Sedimen/Kendali Erosi mencapai 50% dari rencana (0,40 ha dari 0,80 ha)

Kesimpulan: Penggunaan lahan untuk tambang mencapai 66,76% dari rencana, sementara aktivitas pendukung seperti timbunan OB justru melebihi target dengan 2402% dari rencana. Perlu evaluasi terkait peningkatan signifikan pada timbunan OB yang mungkin menunjukkan perubahan dalam operasional tambang.